Jumat, 04 Oktober 2019

Wonderful Indonesia Bawa Hangatnya Pantai Tropis ke London




Liputan6.com, Jakarta Wonderful Indonesia kembali menggoda publik Inggris dengan promosi keindahan pantai dalam suasana atmosfer tropis. Yaitu dengan Indonesia Weekend yang digelar di Potter's Field Park, London Inggris pada 22-23 Juli mendatang.
Potters Field adalah sebuah taman seluas 6.200 meter persegi yang berlokasi tak jauh dari ikon wisata Inggris, Tower Bridge dan Tower of London. Lokasi tempat ajang ini digelar juga berada di tepi Sungai Thames dan berdekatan dengan kantor wali kota Inggris.
Ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa hal ini menjadi salah satu strategi promosi pariwisata Indonesia di luar negeri. "Potter's Filed Park ini lokasi yang sangat strategis untuk promosi Wonderful Indonesia, diharapkan acara ini bisa menarik perhatian warga London, sebab di akhir pekan kawasan Potter Fields dilintasi sedikitnya 70.000 orang," kata Menpar Arief Yahya, Selasa (18/7).
Jadi selain gencar promosi via "serangan udara" dengan digital campaigne dan media mainstream, Kemenpar juga menghadirkan sensasi di lapangan.
Menpar Arief Yahya menilai pariwisata Indonesia harus berpromosi di Potter's Field dengan materi promosi yang menarik dan tampilan maksimal. Terlebih dalam penyelenggaraan Indonesia Weekendini sudah yang kedua kalinya ini, diharapkan dapat menjaring banyak peminat.
"Kita ulangi sukses IndonesianWeekend pada tahun lalu yang mampu menarik pengunjung sebanyak lebih dari 30.000 orang dimana 72,4 persen-nya adalah masyarakat Inggris, 24,7 persen non Inggris, dan 2,9 persen Indonesia.
Semaraknya Indonesian Weekend 2016 terlihat dari jumlah stand participants sebanyak 53 stand, lebih dari 6.000 tusuk sate terjual, dan 500 menit performance di panggung utama," kata Menteri asal Banyuwangi itu.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya menyampaikan, Kemenpar berencana akan membuka lahan pameran seluas 180 meter persegi dengan mengangkat tema "Indonesia sebagai Warm Destination".
Pilihan tema, atraksi, dan pertunjukan yang ditampilkan pada Indonesian Weekend kali ini merupakan bagian dari upaya Kemenpar untuk terus mendorong wisatawan untuk mengenal dan meningkatkan minat masyarakat Inggris untuk berwisata ke Indonesiayang beyond Bali.
Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan 223 juta penduduk dari 491 etnis dan suku berbeda, serta memiliki 726 bahasa yang berbeda pula. Identitas Indonesia adalah keberagaman destinasi, alam yang indah, pantai yang asri, dan kebudayaan yang berbeda satu sama lain namun menjadi satu dalam sebuah keharmonisan yang semuanya disajikan dalam atmosfer yang nyaman di tengah-tengah keramahan terbaik khas Indonesia.
"Tema ini dimunculkan dengan setting pesta pantai lengkap dengan 50 ton pantai berpasir putih, dekorasi bertema pantai seperti tiki hut yang menyajikan minuman tropis khas Indonesia, banana boat, dan simulator surfing," kata Pitana.
Selain keindahan alam berupa pantai, akan ditampilkan pula ragam kekayaan kuliner, musik, fashion, dan kesenian lainnya. Dari sisi daya tarik kuliner, Chef Degan Septoadji mantan juri Master Chef Indonesiaakan memberikan food demonstration dengan menu Rendang, Soto Betawi, dan Gado-gado.
"Ada juga pertunjukan musik yang akan dimeriahkan dengan lagu lagu Indonesia dengan sentuhan modern yang dibawakan oleh DJ Allfy Rev, Jei Angklung, serta tarian Topeng dan Jaipong," ujar Nia Niscaya.
Sedangkan untuk kegiatan fashion, Nia Niscaya menambahkan, akan ada koleksi busana dari Elzatta dan Dauqy by Elhijab dan Indonesian Fashion Chambers yang akan membuka pop up boutique dan peragaan busana. "Selain itu ada juga pertunjukan pencak silat yang dipadukan dengan hip hop, henna artist, dan seniman mural," tambah Nia.
Berbagai aktivitas menarik itu diharapkannya mampu menarik perhatian pengunjung di Potter's Field Park ini sehingga brand pariwisata Indonesia semakin dikenal khususnya di London Inggris.
Ia mengatakan, selama ini Inggris merupakan salah satu negara fokus pasar wisata utama yang potensinya masih sangat besar untuk dioptimalkan. Menurut data Kemenpar, jumlah wisatawan asal Uni Eropa yang berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 1 juta orang.
"Dari 1 juta orang itu, Inggris tercatat sebagai penyumbang wisatawan terbesar yaitu mencapai 230.000 orang dan untuk tahun 2017 ini, pasar Inggris ditargetkan akan mampu mendatangkan 384.000 wisman. Sampai dengan bulan Mei 2017, angka kunjungan tercatat sebanyak 135.566 wisman atau 35,3% dari target," katanya.
Oleh karena itu, Kemenpar menganggap penting untuk lebih gencar menggarap pasar Inggris melalui berbagai promosi wisata di kota-kota potensial negara itu khususnya di London sebagai jantung utama Inggris.
Branding Wonderful Indonesia juga meningkat dengan terpasangnya poster di 27 main London Tube Stations, hashtag #IndonesianWeekend di media sosial, dan liputan di 200 media lokal Inggris dan nasional. Upaya ini untuk semakin mendorong minat kunjungan dan mempermudah calon wisatawan untuk mendapatkan informasi mengenai paket-paket wisata ke Indonesia.
"Dalam pameran ini, Kemenpar juga akan menggandeng 3 tour operator lokal yang menjual paket wisata ke Indonesia yaitu Kuoni Travel, Ethos Travel, dan Dive Worldwide. Selain itu di paviliun Indonesia akan menampilkan karnaval dari Malang Flower Carnival dan VR experience," ujarnya.

Siaran Pers : Gowes Wisata dan Festival Angklung Jadi Daya Tarik Baru Wisata Kuningan

Minggu, 28 April 2019


SIARAN PERS
KEMENTERIAN PARIWISATA

Gowes Wisata dan Festival Angklung Jadi Daya Tarik Baru Wisata Kuningan
Kuningan, 28 April 2019 - “Gowes Wisata” atau bersepeda santai mengelilingi Waduk Darma Kuningan dan Festival Angklung digelar di Kuningan, Jawa Barat, dan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata di wilayah itu.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Anang Sutono di Kuningan, Minggu, 28 April 2019, mengatakan Jalur Gowes Wisata (start dan finish) berada di objek wisata Waduk Darma adalah upaya mempromosikan pariwisata untuk Kabupaten Kuningan.


Peserta Gowes Wisata diikuti oleh 6000 peserta terdiri dari 138 klub sepeda di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
Rute ajang sepeda santai tersebut merupakan jalur lintasan yang digunakan untuk kompetisi sepeda internasional Tour de Linggarjati (TDL) Kuningan dengan jarak tempuh 15 km.
“Selama gowes, para peserta melintasi desa-desa wisata dan bisa menikmati pemandangan alam di sekitar Waduk Darma Kuningan,” kata Anang.
Alat musik khas Jawa Barat yakni angklung ditampilkan dalam kegiatan Gowes Wisata tersebut dengan peserta dari berbagai sanggar, komunitas, dan pelajar daerah Jawa Barat. Sejumlah penampil juga mempertunjukan kolaborasi apik diantaranya JEI angklung, Rita Tila, Angklung Orcestra SMAN 3 Kuningan dan D’Calungs. Tak kalah menarik, yaitu pertunjukan _Angklung Internasional How to Play_ dari 5 negara yaitu Madagaskar, Ukraina, Uzbekistan, Jepang, dan Filipina.
Angklung merupakan salah satu alat musik khas Jawa Barat yang bisa menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke daerah ini.
Bupati Kuningan, Acep Purnama, mengatakan bahwa Kuningan akan mempersiapkan pertunjukan angklung kelas dunia. "Lembaga pendidikan di Kuningan akan kami dorong untuk mendidik para pelajar untuk bisa memainkan alat musik khas Jawa Barat, termasuk angklung," katanya.


Sebagai destinasi wisata, Kabupaten Kuningan akan dikembangkan dalam koridor pariwisata berbasis alam dipadukan dengan daya tarik kesenian daerah. "Kami akan mengembangkan wisata alam, rencananya kami akan membangun sebuah jembatan yang kalau kita berjalan di atasnya, kita seolah berjalan di atas air," jelas Acep.
Anang Sutono menyampaikan bahwa dukungan Kemenpar pada kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kemenpar untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kuningan melalui pariwisata.
Sebagai lokasi wisata, Kabupaten Kuningan unggul secara akses, yakni dekat dengan Bandung dan Bandara Internasional Kertajati Majalengka yang sudah diresmikan tahun lalu. Untuk itu, peningkatan pariwisata di Kuningan harus dilakukan secara seksama.
"Selain pengadaan 3A di Kabupaten Kuningan, peningkatan kualitas SDM pariwisata juga harus dipersiapkan secara matang," tambah Anang.
Selain angklung, alat musik khas yang ada di Kuningan yakni calung. Pemda Kabupaten Kuningan pun sedang mendesain pementasan calung akbar yang akan dimainkan oleh remaja putri.


"Bayangkan, pasti luar biasa, tidak hanya Angklung tapi calung juga bisa memperkaya atraksi budaya yang menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Kuningan" sebut Anang.
Guntur Sakti
Kepala Biro Komunikasi Publik

JEI Angklung at cesky krumlov folklore festival


International Folklore Festival Cesky Krumlov XIX

Festival di Český Krumlov didedikasikan untuk kelompok pemuda.  Hanya ada delapan festival cerita rakyat seperti itu di Republik Ceko, festival lainnya terutama untuk kelompok dengan anggota dewasa.  Alasan mengapa festival cerita rakyat ini berlangsung di Český Krumlov adalah karena kelompok cerita rakyat Jitřenka yang bermarkas di sana pada tahun 1975. Penyelenggara utama adalah kelompok cerita rakyat Růže dan Jitřenka dari Český Krumlov.
Pada tahun ini, festival ini akan berlangsung dari tanggal 27 hingga 28 September.  Program utama direncanakan pada hari Sabtu dari 10:00 - 20:00.  Panggung utama akan ditempatkan di alun-alun utama.  Selama program akan ada pertemuan para pemimpin kelompok dengan walikota kota Český Krumlov dan dengan tamu penting lainnya.  Lebih menarik lagi, pelaksanaan program pada hari Jumat saat kelompok berjalan dan menari melalui pusat kota,  hal ini akan ditandatangani di UNESCO.  Suasana di pusat kota yang dibuat oleh kelompok adalah sesuatu yang mengesankan.
 Untuk memeriahkan festival ini, diundang grup dari luar negeri, Moravia, Bohemia dan grup dari wilayah Bohemia Selatan juga untuk menjaga program tetap menarik dan setiap grup harus memiliki musik live dan JEI Angklung adalah salah satunya.



















Rabu, 02 Oktober 2019

Bekraf Gelar Aktivasi Ekosistem Seni Pertunjukan Bandung Raya

Bekraf Gelar Aktivasi Ekosistem Seni Pertunjukan Bandung Raya

OLEH: RADEN ZULFIKAR | 17 SEPTEMBER 2018



Bekraf Gelar Aktivasi Ekosistem Seni Pertunjukan Bandung Raya
Bekraf bekerjasama dengan para pelaku kreatif Subsektor Seni Pertunjukan di Bandung Raya membuat aktivasi ekosistem Seni Pertunjukan di Bandung Raya.
Bandung, (14/9/18) -- Bertempat di Dome Sasikirana KoreoLab & Dance Camp yang merupakan hasil dari Bantuan Pemerintah Bekraf Revitalisasi Ruang Kreatif tahun 2017 lalu, Bekraf bekerjasama dengan para pelaku kreatif Subsektor Seni Pertunjukan di Bandung Raya membuat aktivasi ekosistem Seni Pertunjukan di Bandung Raya. 
Kegiatan ini merupakan sebuah tindak lanjut dari program Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi pada 21 – 23 Mei 2018 lalu. Dari keempat daerah di Bandung Raya,  2 daerah (Kab. Bandung dan Kab.Bandung Barat) memilih Subsektor Seni Pertunjukan sebagai subsektor unggulannya, sedangkan Kota Bandung memilih Fesyen dan Kota Cimahi memilih Animasi & Games.
Acara ini dibuka langsung oleh Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari. Para pelaku kreatif yang terlibat, antara lain: Jawara Entertainment Indonesia (JEI Angklung) dari Kab. Bandung Barat, Lele Jemping Sabilulungan dari Kab. Rancaekek, dan Ensemble Tikoro dari Bandung. Setelah dibuka oleh beberapa penampil, acara dilanjutkan dengan dialog singkat dengan para narasumber yang bergerak dibidang Seni Pertunjukan, antara lain: Herry Dim, Melanie Martini, FX Widaryanto dengan moderator Andar Manik.
Dihadiri juga oleh Plt Bupati Bandung Barat, Dadang Maksum, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar dan dari Kepala Bidang Ekraf Disbudpar Bandung, Tris Avianti.
Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) merupakan salah satu program unggulan dari Deputi Infrastruktur Bekraf yang bertujuan untuk membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” guna memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Info lebih lanjut mengenai program ini, bisa dilihat pada tautan www.kotakreatif.id.
Berikutnya Bekraf akan menggelar aktivasi Solo Raya pada awal Oktober 2018 bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Institut Seni Indonesia Surakarta. (Zulf)