Jumat, 21 September 2018

Pameran Lingkungan Hidup dan Ekowisata


BERBAGI
KBRI Tokyo mengundang Bapak dan Ibu dan Saudara2 semua untuk mengunjungi Pameran Lingkungan Hidup dan Ekowisata yang berlangsung sejak Sabtu kemaren hingga Rabu, 25 Oktober 2017 di ASEAN-JAPAN Center, Tokyo.

Pameran menampilkan berbagai produk-produk ramah lingkungan (green products), produk-produk Hasil Hutan Non-Kayu (Madu hutan, gula aren, gaharu, dsb), promosi program-program konservasi di Indonesia, promosi kekayaan lingkungan hayati Indonesia, promosi berbagai lokasi eko-wisata dan lain sebagainya.

Pameran lingkungan hidup dan ekowisata ini juga akan memamerkan berbagai lukisan yang bertemakan lingkungan dari pelukis Yuli Purwanto (Staf Lokal KBRI Tokyo, Indonesia), PED-Mariko Doi (Jepang) dan Ayoeningsih Dyah Woelandhary (Universitas Paramadina, Indonesia).
Untuk memeriahkan pameran ini akan di lakukan Kelas-kelas belajar pertukaran budaya setiap hari, yaitu belajar membatik (Dr. Wanda Listiani dari ISBI Bandung) dan bermain angklung (Ardian Sumarwan dari JEI Angklung Bandung).


Adapun jadwal kelas Belajar sbb:
– Belajar Batik Metode Cold Waxing tiap Hari: 11.00 – 12.00 dan 15.30 – 16.30
-Belajar Bermain Angklung tiap hari:  14.00 – 15.30
Lokasi Pameran:  ASEAN-JAPAN Center,Shin Onarimon Building (Lantai 1), 6-17-19 Shimbashi, Minato-ku, Tokyo 105-0004 (Telepon: 03-5402-8001)

Indonesian Weekend Sebagai Ajang Diplomasi Budaya di London


Editor fauziah-

Jakarta – Perhelatan Indonesian Weekend siap digelar untuk kedua kalinya di Potters Fields Park, London, Inggris. Tahun ini Indonesia mengangkat suasana “hangat Indonesia” dengan menciptakan atmosfer bak pesta pantai. Tak hanya itu, diplomasi budaya juga diperkenalkan kembali di acara tersebut. Diantaranya menghadirkan kesenian Indonesia lewat permainan tradisional dan pencak silat, kuliner, destinasi wisata, fesyen dan musik.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Nadjamuddin Ramly memaparkan, tahun lalu Indonesian Weekend berhasil menarik 30.000 pengunjung dengan persentase pengunjung 90% warga asing. Tahun ini, Nadjamuddin Ramly kembali mengundang beberapa tokoh kreatif Indonesia dari berbagai bidang. Tujuannya selain untuk meningkatkan jumlah pengunjung, diharapkan lebih efektif dalam mendiplomasikan kebudayaan Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya memaparkan Indonesia dideskripsikan oleh penduduk Inggris sebagai warm destination.
“Baik itu hangat secara alam, orang-orang, dan budaya. Pesan ini yang ingin kami bawa di Indonesian Weekend,” jelasnya, saat acara konferensi press Indonesian Weekend, di Gedung A, Komplek Kemdikbud, Jakarta.
Acara yang digelar pada 22 Juli – 23 Juli 2017 ini turut menghadirkan serangkaian acara menarik. Ada Chef Degan yang mengangkat kuliner Indonesia, Cecep Arif Rahman yang akan berkolaborasi dengan kelompok pencak silat, pertunjukan angklung dari Jei Angklung, Endi Aras menampilkan aneka gasing, dan berbagai tarian tradisional Indonesia. Seniman hena tato, Ken juga memamerkan keahliannya mengangkat motif Dayak dan Mentawai. Ada pula menampilkan koleksi busana muslimah, bintang Youtube dan seni mural.